APBD 2021 Turun, Pemkot Pangkalpinang Utamakan Program Prioritas

39 View
Share
APBD 2021 Turun, Pemkot Pangkalpinang Utamakan Program Prioritas

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Pandemi Corona atau lebih dikenal dengan Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap perekonomian nasional dan kondisi sosial ekonomi masyarakat hingga ke tingkat daerah.

Tak terelakan lagi, pandemi  Covid-19 ini telah menyerang tanpa pandang bulu.

Usai memukul penerimaan pemerintah pusat, Covid-19 juga memberikan dampak kepada pendapatan asli daerah (PAD) dihampir seluruh Pemda Provinsi maupun Pemkab dan Pemkot dengan penurunan yang sangat drastis.

Tidak terkecuali Pemkot Pangkalpinang, yang juga terkena imbas dari penurunan PAD akibat Pandemi Covid-19 ini.

Kepala Badan Keuangan Pemkot Pangkalpinang  Budiyanto mengakui penurunan PAD ini memang tidak bisa dihindari, karena imbas pembatasan aktivitas masyarakat demi mencegah penularan Covid-19 lebih besar. 

“Pandemi Covid-19 telah berdampak sangat besar terhadap perekonomian Kota Pangkalpinang yang kita cintai ini, sehingga mempengarui estimasi pendapatan secara menyeluruh,” ujar Budiyanto, kepada Babel Review, Senin (26/10/2020).

Budiyanto mengungkapkan Pendapatan Pemkot Pangkalpinang  Tahun 2020 mengalami pengurangan sekitar Rp 64 miliar.

Akibatnya kondisi APBD 2021 dari sisi pendapatan pun berkurang sebesar Rp 64 M dibanding dengan APBD 2020.  

Sementara Silpa APBD TA 2020 hanya dapat diproyeksikan sebesar Rp 40 M.

Kondisi ini  berbeda jauh dengan Silpa APBD 2019, yang dapat diproyeksikan sebesar Rp 110 M.

Sehingga total sumber dana untuk membiayai Belanja daerah Tahun 2021 berbanding APBD 2020, terdapat selisish sebesar Rp 134 M.

"Pengurangan ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda Kota Pangkalpinang dan Indonesia secara luas.  Dimasa pandemi ini, kita juga mengalami refocussing atau realokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD untuk Covid-19. Dengan berkurangnnya sumber dana sebesar Rp 134 M tersebut, maka sangat berpengaruh terhadap alokasi belanja daerah di tahun 2021,” tukas Budiyanto.

Kondisi APBD Pemkot Pangkalpinang 2021 ini, kata Budi, telah menyebabkan Pemkot Pangkalpinang sangat berhati-hati dalam memetakan belanja daerah.

Pemkot akan memperioritaskan kegiatan dan program strategis yang berdampak terhadap masyarakat luas terutama dalam rangka pemulihan ekonomi.  

Pemkot Pangkalpinang, kata Budi, akan melakukan penyesuaian kembali terhadap anggaran secara menyeluruh dan penyesuaian pendapatan daerah, berdasarkan penghitungan potensi pajak dan retribusi daerah.

Tentu kata Budi, dengan memperhatikan juga asumsi makro, akibat menurunnya kegiatan ekonomi, sehingga dapat memperhitungkan estimasi pendapatan dari dana transfer.

"Mengingat kondisi keuangan negara saat ini dan setelah terbitnya obligasi utang negara tentu akan berdampak pada APBD di tahun-tahun berikutnya, di mana sumber APBD dari dana perimbangan yang meliputi dana bagi hasil, DAU dan DAK tentu akan berkurang," ujarnya.

Diakui Budi, pada satu sisi,  pihaknya harus menerima kenyataan berkurangnya pendapatan.

Akan tetapi disisi lain harus tetap menggerakan dan memulihkan perekonomian daerah, sehingga diperlukan langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam menentukan program kegiatan yang sangat strategis, yang selanjutnya menjadi program kegiatan sangat prioritas untuk didanai.

Namun dermikian, lanjut Budi, menyikapi Pandemic Covid-19 yang belum usai ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga tidak akan berpangku tangan.

Pihaknya akan terus menggali setiap potensi yang ada untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Saat ini, Pemkot Pangkalpinang  sedang menyiapkan strategi untuk memulihkan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Pemkot Pangkalpinang akan berkonsentrasi pada belanja pemerintah (government spending) dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pangkalpinang  yang sedang turun drastis.

Beberapa strategi yang sedang disiapkan Pemkot Pangkalpinang, diantaranya mengkampanyekan untuk menarik wisatawan melalui  wisata Kota festival beribu senyum, pertanian perkotaan (urban farming) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan tetap berpedoman dengan protokol kesehatan. 

Semua peluang untuk menghasilkan uang harus  dipikirkan. Jangan sampai kesehatan terpuruk, ekonomi terpuruk. 

“Untuk itu APBD Kota Pangkalpinang kita rancang harus sensitif terhadap kondisi saat ini. Kita tentu memohon pengertian dari masyarakat Pangkalpinang terhadap kondisi saat ini. Bisa jadi beberapa program atau kegiatan yang sebelumnya sudah kita rencanakan, tetapi belum bisa dilaksanakan pada tahun 2021 nanti. Karena Pemkot akan benar-benar mencermati hal-hal yang penting dan prioritas untuk masyarakat,” pungkas Budi. (BBR)

Laporan: @hada

Artikel ini telah tayang di https://babelreview.co.id/ dengan judul APBD 2021 Turun, Pemkot Pangkalpinang Utamakan Program Prioritas, https://babelreview.co.id/apbd-2021-turun-pemkot-pangkalpinang-utamakan-program-prioritas
Laporan: @hada

Unidha BADAN KEUANGAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG Unidha
© 2020 BADAN KEUANGAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG Follow BADAN KEUANGAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG : Facebook